Materi Pelajaran Akhlak

Alhamdulillahirabbil ‘alamin

Allahumma shalli wa sallim ‘ala nabiyyina muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in

Berikut ini beberpa materi pelajaran akhlak yang dapat diunduh, khususnya bagi yang belum memilikinya.

Semester 1

Teladan dalam Akhlak

Keutamaan Akhlak

Hubungan Iman-Aqidah dengan Akhlak

Malu (Al Hayaa-u)

Adab Majelis Ilmu

Semester 2

Bab Tawadhu’

Bab Hak Muslim atas Muslim Lainnya

Advertisements

Garis Besar Pendidikan Pada Masa Salaf

Oleh
Ustadz Kholid Syamhudi

Pendidikan memiliki peran sangat penting dan menentukan dalam pembentukan kepribadian dan perkembangan peradaban manusia, khususnya dalam membina manusia dan membebaskannya dari kebodohan, kegelapan, dan kesesatan. Rasulullah n diutus untuk mendidik manusia agar menjadi makhluk yang berakhlak mulia dan terlepas dari kesesatan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al-Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” [al-Baqarah/2:151].

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman

“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. [Ali Imran/3:64].

Demikianlah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membina dan mendidik para sahabatnya sehingga mereka menjadi generasi terbaik. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

“Sebaik-baiknya manusia adalah generasiku kemudian generasi setelah mereka, kemudian generasi setelah mereka”. [HR al-Bukhâri, 5/191, dan Muslim no. 2533].

Mereka menjadi manusia terbaik di bawah pembinaan pendidik terbaik, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, hingga Mu’âwiyah bin al-Hakam Radhiyallahu ‘anhu mengungkapkan kekagumannya terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam ungkapannya yang indah:

مَا رَأَيْتُ مُعَلِّمًا قَبْلَهُ وَلَا بَعْدَهُ أَحْسَنَ تَعْلِيمًا مِنْهُ رواه مسلم

“Aku tidak akan melihat seorang pendidik sebelum dan sesudahnya yang lebih baik darinya”. [HR Muslim no. 836].

Selanjutnya..

Tashfiyah dan Tarbiyah, Jalan Menuju Kejayaan Umat

Oleh : Ustadz Kholid Syamhudi

Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam dengan membawa petunjuk dan agama yang haq (benar). Oleh karena itulah Allah Ta’ala memenangkan agama ini di atas seluruh agama, walaupun orang kafir tidak menyukainya. Kemudian dengan berjalannya waktu dan jauhnya masa dari zaman kenabian, umat Islam semakin jauh dari agamanya yang haq. Banyak perkara yang bukan agama dianggap sebagai agama. Demikian juga, lemahnya ilmu dan semangat mengamalkan Islam telah banyak menimpa umat ini. Maka tidak aneh, Allah Ta’ala menimpakan kehinaan pada umat ini. Kehinaan itu tidak akan hilang sehingga mereka kembali kepada agama-Nya.

Satu Realita yang Menyedihkan

Keadaan umat dewasa ini termasuk sudah mencapai tingkatan terendah dalam sejarah Islam. Kehinaan, keterbelakangan, dan penjajahan–baik yang terang-terangan maupun samar–tetap melekat pada negara-negara Islam. Tentunya hal ini membuat kita berpikir dan selalu bertanya mengapa demikian dan apa yang membuat kaum muslimin terjerumus ke dalam keadaan seperti ini. Lalu, kita pun bertanya adakah solusi dari ini semua?

Banyak tokoh kaum muslimin mencari solusi menuju kejayaan Islam dengan aneka ragam pemikiran dan konsepnya. Ada yang menjadikan ekonomi sebagai sebab kemunduran dan solusinya adalah mengembangkan perekonomian yang unggul dan maju. Ada juga yang menjadikan partai politik sebagai kendaraan menuju kejayaan tersebut. Ada juga yang hanya memperhatikan adab dan budi pekerti tanpa menyentuh akidah Islam.

Mungkin mereka semua lupa atau belum tahu bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam telah menjelaskan seluruh kebaikan yang akan membuat umat ini jaya di dunia dan akhirat. Beliau Shallallahu `alaihi wa sallam juga telah memperingatkan umat ini dari semua hal yang berbahaya dan merugikan bagi dunia dan akhirat mereka. Sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam:

إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيٌّ قَبْلِي إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ

Sesungguhnya tidak ada seorang nabi pun sebelumku kecuali wajib baginya untuk menunjukkan umatnya kepada kebaikan yang diketahuinya untuk mereka dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui untuk mereka.” (Riwayat Muslim)

Selanjutnya..

Tujuan Pendidikan Islam

Sebelum diskusi lebih intensif tentang pendidikan Islam, selayaknya kita mengetahui apa sebenarnya tujuan pendidikan dalam Islam. Nah, berikut ini kutipan dari beberapa buku/situs internet yang menjelaskan tentang tujuan pendidikan Islam:

1.    IBERR (International Board for Education Research and Resources)

The aim of Islamic Education is to fulfil our first object in life, which is to faithfully serve the One who created us. It should aim at the balanced growth of the total personality of the human being. Muslim schools should cater for all aspects: spiritual, intellectual, imaginative, physical, psychological, linguistic, both individually and collectively, and should motivate all these aspects towards an emotional as well as rational attachment and sense of belonging to Islam

(First World Conference on Islamic Education, Makkah 1977)

“AND I DID NOT CREATE JINN AND MAN EXCEPT TO WORSHIP ME.”

The aim of life has been set by Allah (Glorified and Exalted is He). Any one who has studied the Qur’an and the Sunnah knows that the loftiest goal which a Muslim tries to implement in himself and among people is the sincere worship of Allah the Most High. A Muslim cannot be but a person with a strong sense of mission aimed at establishing the Deen (Rule) of Allah alone in all aspects of life.

Selanjutnya..

Advertisements